Sosial Media

Perkembangan Instagram: Fitur-Fitur Terbaru dan Jumlah Penggunanya di Indonesia

Perkembangan Instagram

Jika Anda adalah pengguna Instagram sejak zaman dulu, maka tentu Anda sudah merasakan bagaimana perkembangan Instagram dari tahun ke tahun. Namun, jika Anda adalah newbie di Instagram, maka Anda perlu tahu bahwa Instagram termasuk salah satu platform media sosial yang telah hadir sejak tahun 2010.

Seiring perkembangannya, Instagram terus tumbuh dengan menghadirkan beragam fitur-fitur menarik dan kekinian sesuai kebutuhan zaman. Bahkan, saat ini Anda juga bisa memanfaatkan Instagram sebagai tempat untuk menghasilkan uang. Seru, bukan?

Sejarah Perkembangan Instagram

Instagram sendiri diluncurkan oleh perusahaan Startup Burbn di San Fransisco, Amerika Serikat. Versi pertama dari Instagram adalah Burbn di mana aplikasi ini hanya bisa dioperasikan lewat perangkat iPhone. Di awal pembuatannya, Kevin Systrom dan Mike menghadirkan banyak fitur di dalam Instagram. Namun, pada akhirnya mereka memutuskan untuk fokus pada beberapa fitur saja seperti berbagi foto, komentar dan menyukai.

Kemudian, di tahun 2012, Facebook melakukan akusisi pada Instagram dengan nilai $1 juta dalam bentuk tunai dan saham. Setelah itu, Instagram pun diluncurkan lewat perangkat Android dan telah berhasil diunduh sebanyak satu juta kali oleh pengguna Android hanya dalam waktu 1 hari saja.

Tak sampai di situ saja, pada bulan November 2012, Instagram juga telah merilis Instagram dalam bentuk Web App sehingga, siapapun bisa mengakses Instagram lewat desktop. Di tahun 2014, Instagram kembali meluncurkan fitur Geotagging yang membantu para penggunanya untuk menambahkan lokasi saat memposting foto mereka.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Akun Bisnis Instagram

Fitur-Fitur di Instagram

Perkembangan Instagram
https://nextren.grid.id/read/012839367/cara-perbaiki-instagram-error-tidak-bisa-ganti-foto-profil-anti-ribet?page=all

Perkembangan Instagram dari tahun ke tahun juga dapat dilihat dari fitur-fiturnya yang senantiasa diupgrade sesuai kebutuhan tren zaman. Untuk menghadirkan kesan yang lebih kekinian dan modern, di tahun 2016 memutuskan untuk mengganti logo lama mereka dengan bentuk baru yang lebih stylish. Perubahan logo ini juga diiringi perubahan pada Layout, Boomerang, Hyperlapse serta User Interface yang lebih minimalis.

Kemudian, pada tahun 2018 Instagram kembali membuat gebrakan baru dengan menghadirkan fitur IGTV di mana para pengguna bisa memasukkan video untuk durasi waktu yang lebih panjang. Anda bahkan bisa menggunakan IGTV tanpa gangguan iklan sama sekali.

Melihat perkembangan fitur Short Video semakin naik daun, pada Agustus 2020 Instagram juga memperkenalkan fitur tebaru yang disebut Instagram Reels. Fitur yang satu ini juga mirip dengan fitur yang dihadirkan oleh aplikasi TikTok.

Mengingat tahun 2020 dan 2021 merupakan masa pandemi yang terjadi secara global, Adam Mosseri selaku bos Instagram lewat akun sosial Instagram pribadinya mengungkapkan bahwa Instagram akan mengembangkan fitur-fitur yang terkait dengan pandemi Covid-19.

Di tahun 2022, Instagram pun memprioritaskan fitur pengembangan konten video untuk para penggunanya. Tak hanya sekedar menghadirkan fitur berbagi foto tetapi juga meluncurkan format terbaru untuk Instagram Reels dengan menambahkan tools kreatif di dalamnya. Selain itu, Instagram juga akan lebih selektif terhadap konten-konten yang akan dibagikan. Hal ini dilakukan untuk mengontrol konten sensitif yang berbahaya untuk pengguna Instagram lainnya.

Tak hanya itu, di tahun 2022 Instagram juga meluncurkan fitur monetisasi sehingga para pengguna Instagram bisa mendapatkan penghasilkan dari setiap karya yang diposting. Tidak bisa dipungkiri, era content creator semakin terus berkembang lewat platform sosial media termasuk Instagram.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Profil Menarik di Instagram Bisnis

Jumlah Pengguna Instagram di Tanah Air

Perkembangan Instagram juga dapat dilihat dari jumlah penggunannya yang terus meningkat. Jumlah pengguna Instagram di Indonesia pada tahun 2022 bahkan telah menyentuh angka 99,15 juta user. Angka ini membuktikan jika jangkauan iklan Instagram di tanah air telah setara dengan 35,7 persen dari keseluruhan total populasi penduduk di awal tahun.

Seiring perkembangannya, Instagram juga mulai membatasi penggunanya untuk orang yang berusia 13 tahun ke atas. Jadi, dapat dikatakan bahwa di tahun 2022 ini hanya terdapat 45,8 persen user yang memenuhi syarat untuk menggunakan Instagram.

Kemudian, persentasi jangkauan iklan Instagram di Indonesia pada awal tahun 2022 juga telah mencapai 48,4 persen tanpa memandang jenis usia. Merujuk data dari Instagram, di awal tahun 2022, 52,3 persen audiens iklan Instagram adalah perempuan, sedangkan jumlah persentase dari audiens laki-laki ialah sebesar 47,7 persen. Keseluruhan angka ini didapatkan dari data yang diterbitkan oleh https://datareportal.com

Selama kurang lebih 12 tahun hadir sebagai platform sosial media, Instagram telah mengalami perkembangan yang cukup fenomenal bagi penggunanya. Perkembangan Instagram yang juga terus menyesuaikan diri terhadap tren yang sedang berlangsung membuat banyak pengguna semakin betah untuk bermain Instagram. Tak heran jika Instagram menjadi salah satu media sosial paling populer saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *